Presiden Venezuela Hugo Chavez benar-benar memanfaatkan Twitter sebagai alat yang membantu beliau untuk tetap 'hadir' sebagai pemimpin negara. Beliau menjalankan tampuk pemerintahan dan 'bersentuhan' dengan rakyatnya dari tempat beliau dirawat karena sakit.
Chaves mengirimkan pesan mengenai persetujuannya tentang sebuah proyek di Caracas, mendukung rencana pembuatan taman baru hingga menyemangati tim sepakbola nasional. Tak luput melalui Twitter ia juga menyapa pemimpin Meksiko Felipe Calderon dengan mengatakan, "Hey Presiden Calderon, temanku, terimakasih atas ucapannya".
Di bawah akun bernama "chavezcandanga", Chavez juga tetap hadir menyapa rakyatnya meskipun sekarang sedang berada di Kuba. Presiden berusia 56 tahun ini menderita kanker dan harus menjalani perawatan setelah pada bulan lalu menjalani operasi. Chavez tidak menyebutkan kanker jenis apa yang ia derita atau lokasi tempat beliau dirawat. Dalam Twitternya ia hanya menuliskan pesan optimis yang berbunyi "From here, closing another day of this Battle for Life."
Chavez melalui akun Twitter yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang father figure, telah sanggup menjaring lebih dari 1,8 juta follower. Tweet-nya sendiri juga secara reguler muncul di layar salah satu stasiun televisi di Venezuela.
» Read More...
Twitter pertama kali meluncurkan versi non-bahasa Inggris pada bulan April 2008 dengan merilisnya kedalam bahasa Jepang.
Pada bulan November 2009, Twitter meresmikannya kedalam bahasa Spanyol dan Perancis. Dan, pada hari Senin tanggal 1 Agustus kemarin, Twitter berbahasa Belanda dan Indonesia resmi diluncurkan, dengan peluncuran terbaru ini Twitter telah sepenuhnya diterjemahkan ke dalam sebelas bahasa selain versi bahasa Inggris.
Dikutip dari blog resmi milik Twitter, bahasa Belanda dan Indonesia merupakan bahasa pertama yang sepenuhnya diterjemahkan oleh relawan masyarakat menggunakan Pusat Terjemahan milik Twitter yang dibuka awal tahun.
Relawan tersebut menerjemahkan halaman twitter.com yang meliputi, dukungan halaman, desktop dan aplikasi mobile - semuanya kecuali Tweets dari para pengguna Twitter. Kemudian, sebuah kelompok penerjemah itu dipilih dengan alasan paling aktif dan dapat bekerja sama dengan tim di Twitter untuk menjaga versi lokal dari layanan tersebut.
Twitter tidak menyebutkan identitas komunitas yang dimaksud, namun mereka berterimakasih terhadap kerjasama itu dan mereka juga mengklaim bahwa proses terjemahan ini adalah yang tercepat. Karena sejak pertama kali mereka berkomunikasi, proses menerjemahkan ke dalam dua bahasa itu hanya memakan waktu satu bulan.
Selanjutnya, Twitter berencana untuk membuat dalam versi bahasa Filipina dan Melayu. Hal ini dilakukannya untuk mewujudkan halaman Twitter yang memiliki banyak bahasa.
» Read More...