Hari ini, melalui KapanLagi.com®, kami, Titi DJ dan Ovy, menyampaikan berita perpisahan. Tentu hal ini sangat mengejutkan buat semua keluarga, fans, teman, partner, dan teman-teman media.
23 Mei 2007 lalu kami menikah, dengan tujuan ingin menyatukan keluarga kami berdua, pernikahan kami bukan cuma menyatukan dua sejoli seperti kebanyakan, tapi kami mencoba menyatukan dua keluarga: Ovy dengan 2 anaknya dan Titi dengan 4 orang anak.
WE ONCE LIVE A BEAUTIFUL LIFE. Ya, kami merasakan masa-masa bahagia. Kami menikmati saat-saat kebersamaan kami, dan selalu berusaha yang terbaik untuk keluarga kami. Kami menjalani semuanya dan selalu gigih untuk mencoba, tetapi ternyata tinggal ber-8 dalam satu rumah tidak mudah. Empat tahun kami jalani dan akhirnya kami harus berbesar hati mengakui bahwa kami tidak punya kekuatan lagi untuk berjuang bersama.
Kami, Titi dan Ovy, melalui diskusi panjang, menyimpulkan dan meyakini, bahwa hubungan persaudaraan kami akan lebih baik buat masing-masing kami apabila diwujudkan dalam bentuk ikatan kekerabatan dan persahabatan, TIDAK LAGI dalam bentuk sebuah ikatan pernikahan. Kami yakin dalam bentuk persahabatan akan ada sikap saling respek yang lebih tulus dan ideal di antara kami ber-8.
Kami berharap semua bisa menerima kami apa adanya sekarang. Tidak mudah. Berat. Sangat sulit. Tetapi kami yakin, semua doa dari keluarga, fans, teman, partner, dan teman-teman media, akan membimbing kami ke masa depan yang lebih baik. Amin.
Berita Populer
-
Kemanapun Matthew Green pergi, dia tidak boleh lupa membawa tasnya. Sebab, di dalam tas itulah pria 40 tahun tersebut menyimpan jantungnya....
-
Presiden Venezuela Hugo Chavez benar-benar memanfaatkan Twitter sebagai alat yang membantu beliau untuk tetap 'hadir' sebagai pemimp...
-
The Mecca Royal Clock Tower, jam tertinggi nomor dua di dunia sudah berdetak. Operasional jam raksasa di belakang Masjidil Haram tersebut d...
-
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan semalam sekitar pukul 21.00 -22 WIB, Duta Besar Indonesia untuk...
-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga adhoc yang penting. Hingga saat ...


0 komentar:
Post a Comment